Feyenoord Menang Dramatis 3-2 atas Como Berkat Gol Bunuh Diri Kiper Lawan

Feyenoord berhasil meraih kemenangan dramatis atas Como 1907 dengan skor 3-2 dalam pertandingan kedua fase liga Liga Champions UEFA musim 2026/2027. Duel yang berlangsung di Stadion De Kuip, Rotterdam, pada Rabu, 14 Oktober 2026, menghadirkan persaingan sengit hingga menit-menit akhir. Gol bunuh diri penjaga gawang Como, Robert Sánchez, pada menit ke-81 menjadi penentu kemenangan setelah sebelumnya Feyenoord sempat tertinggal lebih dahulu. Gjivai Zechiël dan Anis Hadj Moussa turut mencatatkan nama di papan skor, sementara Assane Diao serta Tasos Douvikas menyumbangkan gol untuk Como. Pertandingan ini menjadi salah satu kisah menarik dalam persaingan Sepak Bola Eropa.
Gol Bunuh Diri Robert Sánchez Antar Feyenoord Menang 3-2
Keberhasilan Feyenoord ketika menjamu Como 1907 memberikan dorongan besar dalam persaingan fase liga musim 2026/2027. Tampil sebagai tuan rumah, Feyenoord menunjukkan ketahanan mental yang kuat meskipun sempat tertinggal lebih dahulu. Tim asuhan Giovanni van Bronckhorst berhasil menemukan jalan untuk bangkit melalui gol penyeimbang Gjivai Zechiël. Keberhasilan tersebut meningkatkan kepercayaan diri tim sehingga Feyenoord semakin aktif mencari peluang menuju gawang tim tamu.
Hasil akhir 3-2 tidak diperoleh dengan mudah. Como yang menjalani pengalaman Eropa bersejarah memberikan perlawanan sengit melalui pergerakan pemain depan. Bahkan, wakil Serie A tersebut lebih dahulu mencetak gol. Akan tetapi, Feyenoord berhasil membalikkan keadaan sebelum bola yang masuk akibat pantulan mengenai Sánchez memperbesar keunggulan. Kendati Douvikas memberikan harapan pada masa tambahan waktu, skor akhir tidak berubah lagi hingga wasit mengakhiri laga.
Assane Diao Buka Keunggulan Sebelum Feyenoord Melakukan Comeback
Sejak pertandingan dimulai, kedua kesebelasan memperlihatkan pendekatan ofensif untuk mendapatkan gol pembuka. Como yang tampil sebagai tim tamu mampu menemukan celah pertahanan pada menit ke-18. Penyerang Como Assane Diao berhasil mengubah kedudukan sehingga Como mendapatkan keunggulan awal. Gol tersebut memaksa respons cepat bagi Feyenoord yang tidak ingin kehilangan poin kandang. Akan tetapi, tuan rumah langsung meningkatkan tekanan. Tidak lama setelah tertinggal, Gjivai Zechiël mencetak gol balasan untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Penyelesaian pada menit ke-20 membuat jalannya pertandingan semakin menarik karena Feyenoord mendapatkan dorongan psikologis. Ketika skor berubah menjadi 1-1, Feyenoord meningkatkan pergerakan antarpemain melalui kombinasi lini tengah. Sementara itu, para pemainnya mencoba menjaga penguasaan bola untuk menemukan celah pertahanan Feyenoord. Pertarungan kedua kesebelasan menunjukkan intensitas kompetisi yang memerlukan ketepatan pengambilan keputusan. Hingga waktu istirahat tiba, skor tetap 1-1.
Anis Hadj Moussa Membawa Feyenoord Berbalik Unggul atas Como
Setelah pertandingan dilanjutkan, Feyenoord berusaha memperbesar tekanan untuk merebut keunggulan. Para pemain Feyenoord mengembangkan kombinasi serangan melalui kerja sama antarpemain ofensif. Usaha tersebut berhasil mengubah situasi pertandingan pada menit ke-52 ketika Anis Hadj Moussa mencetak gol kedua Feyenoord. Gol tersebut memberikan keunggulan pertama bagi Feyenoord. Perubahan kedudukan itu membuat pendukung tuan rumah semakin bersemangat kepada Feyenoord yang berupaya mempertahankan hasil.
Kontribusi Hadj Moussa memiliki pengaruh lebih luas bagi organisasi serangan skuad Rotterdam. Kemampuan bergerak dari sisi lapangan membuka kesempatan tambahan terhadap area permainan wakil Italia. Pada situasi duel satu lawan satu, Hadj Moussa berusaha memaksimalkan pergerakannya melalui kemampuan mencari ruang tembak. Kontribusi ofensif itu menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan gol berikutnya. Berdasarkan penampilan yang ditunjukkan, Hadj Moussa menjadi salah satu figur menonjol setelah pertandingan berakhir.
Gol Bunuh Diri Robert Sánchez Menentukan Kemenangan Feyenoord
Situasi krusial dalam pertandingan muncul menjelang akhir babak kedua. Skuad Rotterdam yang berada di depan terus berusaha menciptakan tekanan untuk memperbesar keunggulan. Penyerang yang sebelumnya mencetak gol kedua itu mencoba melakukan penyelesaian dari luar kotak penalti. Bola yang mengalami perubahan arah lebih dahulu mengenai tiang sebelum berbalik ke arah kiper tim tamu. Pantulan tersebut menghasilkan gol bunuh diri. Hasil akhir dari rangkaian kejadian itu memperbesar keunggulan tuan rumah.
Gol bunuh diri penjaga gawang Como memperlihatkan betapa situasi tidak terduga berpotensi menentukan kedudukan. Pada pertandingan dengan intensitas tinggi, penjaga gawang dituntut mengambil keputusan dalam hitungan detik. Ketika tembakan mengalami defleksi, waktu bereaksi dapat menjadi sangat terbatas. Karena itu, gol bunuh diri perlu dipahami sesuai jalannya kejadian. Dari sudut pandang skuad Rotterdam, gol tersebut memberikan tambahan keunggulan. Sementara untuk Como, kejadian tersebut menambah kesulitan menjelang masa tambahan waktu.
Perlawanan Como pada Masa Tambahan Waktu Belum Mampu Menghindari Kekalahan
Kendati berada dalam posisi sulit, Como 1907 masih mencoba membangun serangan untuk mengejar hasil pertandingan. Tim asuhan Cesc Fàbregas berusaha memanfaatkan sisa waktu melalui kombinasi serangan. Upaya tersebut membuahkan kesempatan positif pada menit ke-90+3. Tasos Douvikas menyelesaikan peluang sehingga kedudukan kembali hanya terpaut satu gol. Keberhasilan penyerang pengganti itu meningkatkan tekanan terhadap Feyenoord bagi Como yang belum kehilangan semangat bertanding.
Meski mendapatkan gol tambahan, kesempatan sebelum peluit panjang belum memungkinkan tim tamu menghapus ketertinggalan. Skuad Giovanni van Bronckhorst akhirnya menjaga hasil pertandingan hingga peluit panjang dibunyikan. Bagi Como, kekalahan tersebut menjadi pengalaman penting dalam pengalaman awal menghadapi persaingan kontinental. Kendati harus menerima kekalahan, perlawanan hingga menit akhir menunjukkan semangat kompetitif yang masih dapat dikembangkan. Sementara itu, kemenangan tersebut menjadi hasil berharga dalam perjalanan fase liga.
Feyenoord Tunjukkan Mentalitas Kuat dalam Duel Lima Gol
Kemenangan dramatis klub asal Rotterdam dengan skor 3-2 menjadi salah satu pertandingan menarik dalam Liga Champions musim 2026/2027. Meskipun kebobolan pada babak pertama, Feyenoord tidak kehilangan kepercayaan diri melalui gol Gjivai Zechiël. Penyelesaian Hadj Moussa pada babak kedua kemudian memberikan keunggulan sebelum gol bunuh diri Robert Sánchez menjadi penentu kemenangan. Kendati tim tamu mencetak gol pada masa tambahan waktu, Feyenoord mampu menjaga keunggulan.
Bagi Feyenoord, kemenangan ini menghadirkan keuntungan penting untuk melanjutkan kompetisi Liga Champions. Sementara itu, hasil negatif dalam pertandingan melawan Feyenoord memberikan pelajaran berharga mengenai ketepatan menghadapi situasi berbahaya. Dalam pertandingan sepak bola tingkat tinggi, setiap peluang memiliki arti penting. Apa pendapat Anda mengenai penampilan Anis Hadj Moussa dalam pertandingan tersebut? Mari berbagi opini tentang peluang Feyenoord melanjutkan tren positif.








